Skip to main content

(3/28) Aku Sara, Tiga seperdualapan - Bergulat dengan Pemikiran

        Maafkan aku, kembali telat untuk menceritakan kisahku. Terlalu penat dan lunglai untuk menopang tubuh ini lagi. Dasar si Payah ini. 
-----
          Melalui pintu putar aku memasuki lorong salah satu pusat perbelanjaan disini. Tidak jauh dari kediamanku. Aku melenggang asik sendiri. Tidak pikir panjang aku menuju ke pusat perbelanjaan buku. Aku memang senang membaca. Membaca itu bagiku membuka wawasan, pikiran. Dan menerima masukan tanpa ada paksaan. Meskipun memang, terkadang membosankan. Tidak banyak koleksi buku yang aku miliki, hanya beberapa yang menarik perhatianku. Dari macam buku Psychology, Astrology, Moslem, Bisnis, bahkan Fiksi dan masih banyak lagi. Tapi kali ini aku tertarik untuk membaca filsafat dasar dalam psychology. Akhir-akhir ini aku sering sekali membaca bab tentang filsafat. Ada kutipan yang pernah aku baca dan dengar tentang Bahayanya Ilmu pengetahuan tentang Filsafat jika dihubungkan dengan Agama. Namun menurutku, kembali pada diri masing-masing. Bagaimana menyikapi itu semua. Terkadang ada perlunya juga belajar filsafat agar tidak dogmatis dalam beragama, dalam berilmu pengetahuan, dan bahkan tidak dogmatis terhadap pikiran dan persepsi kita sendiri. Untuk aku si hanya sekedar membaca. Masa bodoh aku di cap apapun, aku hanya tidak ingin berhenti membaca. Baik membaca lingkungan, alam, dan sekitar. 

________

"Pikiran itu terbentuk dari berbagai pola kehidupan. Kehidupan dalam membaca, bergaul, perlakuan, pengalaman. Dan pikiran dapat digunakan di masa sekarang bahkan mungkin dimasa mendatang."

"Kalau malas membaca, bagaimana dengan mendengarkan? Kalau malas keduanya yasudah, siap tanggung resiko saja." 

"Kita bisa saja menerima berbagai informasi, sah-sah saja. Tinggal bagaimana kita bisa memfilternya. Jangan sampai bisa ngegas tapi gabisa ngerem, bahaya."

Comments

Popular Posts

ARTIKEL SMA NEGERI 1 BANDAR BATANG

Nama : Vivie Widiyatun Nisa’ Kelas   : XII IPA 3 NIS     : 14.4062 SMA NEGERI 1 BANDAR SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN SMA Negeri 1 Bandar , atau biasa di sebut SMANDAR merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Kabupaten Batang , Provinsi Jawa Tengah , Indonesia . SMA N 1 Bandar adalah sekolah yang berwawasan lingkungan yaitu tempat dimana siswa-siswi mendapat segala ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan yang tidak lupa akan pentingnya tanggung jawab dalam penyelamatan lingkungan hidup. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan sekolah di SMA N 1 Bandar ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Sekolah ini memiliki karakteristik Sekolah yang berwawasan lingkungan dengan jargon yang terkenal yaitu berkibar, hijau, jaya. SMA Negeri 1 Bandar telah menapakkan jalan yang benar dan menjadi pionir awal dalam mendidik siswa memelihara lingkungan. Bahkan SMA Negeri 1 Bandar...

Arti Mimpi

 Akhir ini, aku sering kedatangan kamu dalam mimpiku. Ya mungkin seperti yang orang lain tau, bahwa kemungkinan aku terlalu sering memikirkan kamu. Sampai aku tidak ingin beranjak dari mimpi itu. Karena hanya melalui mimpilah aku bisa membenarkan yang salah. Aku bisa leluasa untuk bersama denganmu. Rasanya wajahmu sangatlah jelas dipandang. 

About Anime

Anime ( Japanese : アニメ ? , [anʲime]  ( listen ) ) is a term used to refer to Japanese animated productions featuring hand-drawn or computer animation. The word is the abbreviated pronunciation of "animation" in Japanese, where this term references all animation. The meaning of the word anime can vary slightly, definitions include animation from Japan or, alternatively, a Japanese-disseminated animation style often characterized by colorful graphics, vibrant characters and fantastic themes. Arguably, the stylization approach to the meaning may open up the possibility of anime produced in countries other than Japan. For simplicity, many Westerners strictly view anime as an animation product from Japan. [3] Some scholars suggest defining anime as specifically or quintessentially Japanese may be related to a new form of orientalism. [7] The earliest commercial Japanese animation dates to 1917, and production of anime works in Japan has since continu...