Skip to main content

Tanpa Mereka Aku bukanlah Diriku

 
Mereka.


Ya, Ibu dan Ayah. Sosok yang senantiasa menyayangiku tanpa ada kata terpaksa dan purna. Kasih sayang mereka yang tidak berujung itu menjadi pengingatku. 



Ibu ajarkan aku bagaimana tumbuh menjadi wanita kuat ketika aku lemah dan pernah sempat untuk menyerah, mengajariku menjadi wanita yang anggun bak puteri raja dimana kasih sayang dan perhatiannya selalu ada dikala aku sedang dirundung lelah, ajari aku menjadi yang baik disaat banyak orang memandang dengan sudut pandang aneh mereka terhadapku dan mencontohkan ku agar senantiasa menghormati orang lain dimanapun maupun kondisi apapun. Ibarat lain ibu adalah cahaya penuntun,  bersinar terang menuntun ku untuk terus berjalan menuju sebuah kebaikan dan selalu berusaha menjadi baik dengan mendekat kepada Tuhan, dengan cara beliau yang senantiasa mengingatkanku untuk tidak lupa beribadah di saat sedang malas bahkan sibuk sehingga lupa melaksanakan ibadah.  


"Jangan malas untuk beribadah, berbuat baik, selagi kamu masih punya kesempatan untuk melakukan itu. Jadilah anak yang kelak bisa membantu ibumu dan ayahmu di Akhirat kelak. Ibu sangat sayang terhadap anak putri satu-satunya ibu ini, Ibu tidak mau sampai anak Ibu jauh dari ibu."  Ujar beliau.
Disaat Tuhan menyapa aku melalui segala macam ujian yang diberikan-Nya.  Pelukan seorang Ibu,  elusan tangan Ibu, yang selalu aku rindukan sehingga air mata tak lagi sempat untuk kutahankan atas rindu yang aku rasakan.  Air doa ibu selalu diberikan kepada aku,  melebur menjadi satu dalam tubuh ku. Menjadikan hati ku lebih tenang, lebih sabar, semakin berlari kencang mengejar cahaya Allah dengan bahagia. Ibu adalah wanita tersabar di dunia.  Hati lapangnya melebihi luas samudera.  Rasa sabar yang ada dalam hatinya,  tidak ada yang sanggup mengalahkannya. (To Be Continue)

Comments

Popular Posts

ARTIKEL SMA NEGERI 1 BANDAR BATANG

Nama : Vivie Widiyatun Nisa’ Kelas   : XII IPA 3 NIS     : 14.4062 SMA NEGERI 1 BANDAR SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN SMA Negeri 1 Bandar , atau biasa di sebut SMANDAR merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Kabupaten Batang , Provinsi Jawa Tengah , Indonesia . SMA N 1 Bandar adalah sekolah yang berwawasan lingkungan yaitu tempat dimana siswa-siswi mendapat segala ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan yang tidak lupa akan pentingnya tanggung jawab dalam penyelamatan lingkungan hidup. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan sekolah di SMA N 1 Bandar ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Sekolah ini memiliki karakteristik Sekolah yang berwawasan lingkungan dengan jargon yang terkenal yaitu berkibar, hijau, jaya. SMA Negeri 1 Bandar telah menapakkan jalan yang benar dan menjadi pionir awal dalam mendidik siswa memelihara lingkungan. Bahkan SMA Negeri 1 Bandar...

About Anime

Anime ( Japanese : アニメ ? , [anʲime]  ( listen ) ) is a term used to refer to Japanese animated productions featuring hand-drawn or computer animation. The word is the abbreviated pronunciation of "animation" in Japanese, where this term references all animation. The meaning of the word anime can vary slightly, definitions include animation from Japan or, alternatively, a Japanese-disseminated animation style often characterized by colorful graphics, vibrant characters and fantastic themes. Arguably, the stylization approach to the meaning may open up the possibility of anime produced in countries other than Japan. For simplicity, many Westerners strictly view anime as an animation product from Japan. [3] Some scholars suggest defining anime as specifically or quintessentially Japanese may be related to a new form of orientalism. [7] The earliest commercial Japanese animation dates to 1917, and production of anime works in Japan has since continu...

SURAT TERAKHIR

  MEMILIH YANG SALAH     Dears Tuan 26 Tersayang, Mungkin yang kamu kenal adalah aku yang dulu, ceria, bersemangat, dan selalu bersyukur. Tapi aku menyadari bahwa aku bukan lagi yang dulu, waktu dan keadaan mengubah aku. Aku yang dulu tumbuh penuh kasih sayang, merasa sudah tidak lagi merasakan itu. Aku merasa saat ini bukanlah diri aku. Aku merasa asing. Aku selalu merasa sendiri diantara kerumunan orang. Kepekaanku semakin tajam. Hal yang harusnya biasa tapi aku terlalu berlebihan memikirkannya. Disisi lain aku adalah tulang punggung keluarga, dimana keluargaku adalah keluarga kecil yang berbeda. Ayah yang cacat yang tidak punya pekerjaan tetap, sedang adik-adikku yang masih kecil. Rasanya berat bagi aku untuk memikirkan sebuah percintaan, dan aku trauma dengan masalalu yang membuat aku semakin tidak percaya tentang kasih sayang seseorang yang asli. Aku tidak bisa membedakan mana yang benar-benar sayang dan mana yang hanya sekedar bermain-main. Rasanya p...