Skip to main content

Kenapa Harus Menyesal ?



Sering kali mendengar bahkan kita sendiri yang mengucapkan, " Ahh, coba tadinya aku....", "Ahh seharusnya aku itu harus lebih..." "Ahh, andai aku tidak begini kemarin", "Ahh, kalau saja aku ga ngikutin kata dia", atau "Ahh, coba aja gini...", dstnya. Termasuk akupun pernah mengucapkan kalimat tersebut.

Apa yang terlintas dalam fikiran kita saat itu? Apakah kita melupakan bahwajika hal yang telah kita keluhkan itu adalah pilihan Allah? Yang kita sesalkan itu adalah rencana yang telah Allah rancang, dan Allah Kehendaki? Kenapa kita tidak bisa menerimanya? Padahal Allah lah yang tau yang terbaik untuk kita.

Pepatah yang terkenal pun berbunyi "Manusia hanya bisa merencanakan, sedangkan Allah lah yang memberi keputusan" 
"Allah senang ga melihat hambanya berusaha?" Allah pun berfirman jika tidak ada yang bisa mengubah suatu kaum kecuali usaha kaum itu sendiri
"Terus boleh ngga kita ngga ambil hasil yang ada?"

Ohh jelas boleh, jelas benar jika Allah menyukai hambanya yang berusaha, e tapi berusaha lho bukan mengeluh.. Jikapun menolak dengan hasil yang telah ada, itupun Allah yang merencanakan.
Jikapun memutuskan untuk pasrah pun itu sudah Allah rencanakan. Lalu, dimana kata "merubahnya" jika semua hal telah Allah rencanakan?

Terdengar kisah jika ada tempat yang bernama Lauh Mahfudz, tempat semua takdir orang telah tertuliskan bahkan hingga 50th ke depan pun telah tercatat.

Wallahu'alam dengan yang dimaksud "merubah" itu dimana, tetapi yang telah pasti dan tak akan berubah itu adalah kelahiran, kematian, rezeki, dan jodoh.

Jangan memusingkan hal yang belum pasti hingga melupakan hal yang telah pasti. Masih ada maut yang menjadi batas antara masa depan dengan masa yang kini dijalani.

Apapun itu, mau yang tidak disukai ataupun disukai, terimalah. Jikapun kita berusaha tetapi hasilnya tetap sama, terimalah.

Comments

Popular Posts

ARTIKEL SMA NEGERI 1 BANDAR BATANG

Nama : Vivie Widiyatun Nisa’ Kelas   : XII IPA 3 NIS     : 14.4062 SMA NEGERI 1 BANDAR SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN SMA Negeri 1 Bandar , atau biasa di sebut SMANDAR merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Kabupaten Batang , Provinsi Jawa Tengah , Indonesia . SMA N 1 Bandar adalah sekolah yang berwawasan lingkungan yaitu tempat dimana siswa-siswi mendapat segala ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan yang tidak lupa akan pentingnya tanggung jawab dalam penyelamatan lingkungan hidup. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia, masa pendidikan sekolah di SMA N 1 Bandar ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. Sekolah ini memiliki karakteristik Sekolah yang berwawasan lingkungan dengan jargon yang terkenal yaitu berkibar, hijau, jaya. SMA Negeri 1 Bandar telah menapakkan jalan yang benar dan menjadi pionir awal dalam mendidik siswa memelihara lingkungan. Bahkan SMA Negeri 1 Bandar...

About Anime

Anime ( Japanese : アニメ ? , [anʲime]  ( listen ) ) is a term used to refer to Japanese animated productions featuring hand-drawn or computer animation. The word is the abbreviated pronunciation of "animation" in Japanese, where this term references all animation. The meaning of the word anime can vary slightly, definitions include animation from Japan or, alternatively, a Japanese-disseminated animation style often characterized by colorful graphics, vibrant characters and fantastic themes. Arguably, the stylization approach to the meaning may open up the possibility of anime produced in countries other than Japan. For simplicity, many Westerners strictly view anime as an animation product from Japan. [3] Some scholars suggest defining anime as specifically or quintessentially Japanese may be related to a new form of orientalism. [7] The earliest commercial Japanese animation dates to 1917, and production of anime works in Japan has since continu...

SURAT TERAKHIR

  MEMILIH YANG SALAH     Dears Tuan 26 Tersayang, Mungkin yang kamu kenal adalah aku yang dulu, ceria, bersemangat, dan selalu bersyukur. Tapi aku menyadari bahwa aku bukan lagi yang dulu, waktu dan keadaan mengubah aku. Aku yang dulu tumbuh penuh kasih sayang, merasa sudah tidak lagi merasakan itu. Aku merasa saat ini bukanlah diri aku. Aku merasa asing. Aku selalu merasa sendiri diantara kerumunan orang. Kepekaanku semakin tajam. Hal yang harusnya biasa tapi aku terlalu berlebihan memikirkannya. Disisi lain aku adalah tulang punggung keluarga, dimana keluargaku adalah keluarga kecil yang berbeda. Ayah yang cacat yang tidak punya pekerjaan tetap, sedang adik-adikku yang masih kecil. Rasanya berat bagi aku untuk memikirkan sebuah percintaan, dan aku trauma dengan masalalu yang membuat aku semakin tidak percaya tentang kasih sayang seseorang yang asli. Aku tidak bisa membedakan mana yang benar-benar sayang dan mana yang hanya sekedar bermain-main. Rasanya p...